![]() |
Kolaborasi sukses dengan HMS Vision Private Limited dan Sri Sankaradeva Nethralaya memperluas akses ke pelatihan bedah katarak berbasis simulasi di empat negara bagian di wilayah Timur Laut.
GUWAHATI, India, 22 Oktober 2026 /PRNewswire/ — HelpMeSee dan HMS Vision Private Limited, bekerja sama dengan Sri Sankaradeva Nethralaya (SSDN), mengumumkan telah berhasil menyelesaikan operasi pelatihan bedah katarak berbasis simulasi selama empat setengah bulan di Guwahati yang memberi 51 dokter mata suatu akses ke pelatihan keterampilan bedah lebih dekat dengan tempat mereka tinggal dan bekerja.

Trainees at SSDN, Guwahati, attending the HelpMeSee MSICS course. During the program, they developed transferable surgical skills and received hands-on guidance from HMS Vision Private Limited instructors.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Inisiatif dilaksanakan dari bulan April hingga Agustus 2026 ini menghadirkan dua HelpMeSee Eye Surgery Simulator dari HMS Private Limited di Mumbai ke SSDN di Guwahati, yang berjarak sekitar 2.700 kilometer. Operasi tersebut memberikan akses lokal bagi para dokter mata dari Assam, Arunachal Pradesh, Manipur, dan Tripura untuk mengikuti Program Pelatihan berbasis Simulasi HelpMeSee.
Hasilnya melampaui tujuan awal inisiatif tersebut, yaitu melatih 30 ahli bedah katarak dalam prosedur Manual Small Incision Cataract Surgery (MSICS). Secara keseluruhan, ada 51 dokter mata yang berpartisipasi, termasuk 26 orang dari SSDN dan 25 orang dari institusi lain di seluruh wilayah Timur Laut India.
"Operasi ini menunjukkan kemungkinan yang dapat terjadi ketika kita menghadirkan pelatihan lebih dekat kepada para dokter mata, bukannya meminta mereka menempuh perjalanan ribuan kilometer untuk mengaksesnya," ujar Dr. Akshay Nair, Konsultan Senior – Penasihat Pengembangan Pasar, HMS Vision Private Limited. "Melalui kerja sama dengan Sri Sankaradeva Nethralaya, kami memperluas akses ke pelatihan berbasis simulasi dari HelpMeSee serta membantu para dokter mata mengembangkan keterampilan bedah yang pada akhirnya dapat memberikan manfaat bagi pasien dan masyarakat di seluruh wilayah India Timur Laut."
HMS Vision Private Limited, sebuah anak perusahaan HelpMeSee di India, mengelola operasional serta menyelenggarakan Program Pelatihan berbasis Simulasi HelpMeSee dengan dukungan dari SSDN. Salah satu Asisten Instruktur dari HMS Vision Private Limited memberikan dukungan langsung di lokasi di Guwahati, sementara seorang Instruktur di Mumbai memantau sesi pelatihan dari jarak jauh; dengan demikian, simulasi praktis di lokasi dipadukan dengan pengawasan instruksional yang berkelanjutan.
Kelompok peserta tersebut terdiri atas 31 dokter residen dan 20 dokter peserta program fellowship. Tindak lanjut awal juga menunjukkan bahwa para peserta terus mengalami kemajuan dalam rangkaian proses bedah mereka. Dua belas peserta telah melangkah ke tahap melakukan pembedahan secara mandiri, sementara 17 peserta lainnya telah mulai membantu dalam tahapan-tahapan pembedahan. HMS Vision Private Limited terus memantau para peserta untuk lebih memahami cara menerapkan pelatihan berbasis simulasi yang mereka jalani dalam praktik klinis seiring berjalannya waktu.
"Program pelatihan berbasis simulasi HelpMeSee selama empat bulan di Sri Sankaradeva Nethralaya ini telah menjadi pengalaman yang sangat berharga, baik bagi peserta pelatihan internal kami maupun bagi para dokter mata dari berbagai wilayah di wilayah Timur Laut. Kami telah menerima umpan balik yang sangat menggembirakan dari para peserta, khususnya terkait kesempatan untuk berlatih dan mengasah keterampilan bedah mereka dalam lingkungan simulasi yang terstruktur, serta memperoleh kepercayaan diri yang lebih besar dalam praktik klinis mereka," ujar Dr. Kasturi Bhattacharjee, Direktur Bidang Klinis dan Akademik di Sri Sankaradeva Nethralaya.
Operasi di Guwahati menunjukkan model fleksibel untuk menghadirkan pendidikan bedah berbasis simulasi agar lebih dekat dengan lokasi yang sedang membutuhkannya. Alih-alih membangun pusat pelatihan permanen, kemampuan pelatihan HelpMeSee dihadirkan untuk sementara di dalam lingkungan pelatihan oftalmologi yang telah ada di SSDN, sehingga para peserta tidak perlu lagi bepergian ke pusat pelatihan di kota besar yang jaraknya cukup jauh.
Bagi HelpMeSee, keberhasilan acara di Guwahati menjadi sesuatu yang lebih dari sekadar menyelesaikan satu kegiatan pelatihan. Kegiatan ini menunjukkan cara kemitraan, teknologi simulasi, dan model pelatihan yang fleksibel dapat memperluas akses ke pengembangan keterampilan bedah di wilayah-wilayah yang selama ini menghadapi kendala geografis.
Seiring dengan HelpMeSee yang terus memperluas pelatihan berbasis simulasinya di seluruh India maupun secara global, tujuannya tetap sama: membekali lebih banyak spesialis katarak dengan kesiapan bedah untuk memulihkan penglihatan di tengah-tengah masyarakat mereka.
Tentang HelpMeSee
Di dunia dengan 100 juta orang yang mengalami kebutaan atau gangguan penglihatan akibat katarak, HelpMeSee—sebuah organisasi nirlaba yang terdaftar di bawah ketentuan IRS 501(c)(3)—mengemban misi global untuk memberantas kebutaan akibat katarak dengan meningkatkan pelatihan prosedur bedah katarak melalui prosedur Manual Small Incision Cataract Surgery (MSICS). Prosedur yang aman dan relatif cepat ini terbukti membuahkan hasil dengan biaya rendah. Sistem pelatihan MSICS dari HelpMeSee menghadirkan simulasi realitas virtual berakurasi tinggi dengan umpan balik haptik, materi kursus yang canggih, sistem manajemen pembelajaran, serta sarana pembelajaran elektronik.
HelpMeSee ini didirikan oleh Al dan Jim Ueltschi yang menggagas pembangunan sistem pelatihan MSICS dengan menggunakan berbagai metode dan teknik yang telah terbukti berhasil dalam pelatihan pilot komersial. Sebagai salah satu pendiri Orbis International dan pendiri FlightSafety International, Al Ueltschi merupakan sosok penting dalam industri penerbangan yang mendedikasikan dirinya untuk mengakhiri kebutaan yang dapat dicegah di negara-negara berkembang. HelpMeSee menyelenggarakan pelatihan untuk prosedur MSICS yang berkualitas tinggi dengan biaya sangat rendah, demi memastikan seluruh masyarakat memiliki akses ke perawatan pemulihan penglihatan yang terjangkau. Dengan lebih dari 40 simulator dan 19 pusat pelatihan di seluruh dunia, HelpMeSee bermitra dengan pemerintah, universitas, dan para inovator untuk memerangi krisis kebutaan akibat katarak secara global. Untuk informasi lebih lanjut, kunjungi http://www.helpmesee.org.
Tentang HMS Vision Private Limited
HMS Vision Private Limited, anak perusahaan HelpMeSee di India, mendukung diselenggarakannya program pelatihan bedah katarak berbasis simulasi di seluruh India. Organisasi ini mengelola Pusat Pelatihan Unggulan di Mumbai dan bekerja sama dengan berbagai institusi terkemuka—termasuk L. V. Prasad Eye Institute, Aravind Eye Hospital, Sankara Eye Hospital, dan Sankara Nethralaya—untuk memperluas akses ke pendidikan bedah berkualitas tinggi serta memperkuat tenaga kerja di bidang oftalmologi.
Tentang Sri Sankaradeva Nethralaya
Sri Sankaradeva Nethralaya (SSDN) adalah lembaga layanan kesehatan mata tersier nirlaba terkemuka yang berbasis di Guwahati, Assam, serta menjadi pusat keunggulan utama di wilayah Timur Laut India. Lembaga yang didirikan pada tahun 1994 di bawah naungan Sri Kanchi Sankara Health and Educational Foundation ini dipersembahkan kepada bangsa oleh mendiang mantan Perdana Menteri P. V. Narasimha Rao, dan kemudian diakui sebagai "Pusat Keunggulan" pada tahun 2004 oleh mantan Perdana Menteri Dr. Manmohan Singh. Sejak awal berdirinya, SSDN telah berkembang dari awal yang sederhana menjadi lembaga perawatan mata komprehensif dengan berbagai spesialisasi, yang menjawab kebutuhan mendesak di wilayah tersebut akan layanan oftalmologi yang mudah diakses.
Amanda Kronberg, Direktur Pemasaran: 720-220-9882






